Tittle : My Maid Is My Girlfriend PART 2
Author : Fika Arnita
Cast :
· Park Jiyeon
· Kim Myungso
· Choi Minho
· Jung Krystal
· Bae Suzy
· Lee Taemin
Other Cast
· Park Family [kim tae hee]
· Kim Family [shin yeon shung]
And other Find by Your Self
Genre : Romance, Little Comedy, Family
**************************************************************************
Ini part selanjutnya, lebih panjang dari part 1 . semoga kalian sukaaa part 2 ini . cast krystal blum author masukkin disini jadi yang biasnya krystal mian yaaa ^^v. Trus author juga nambahin cast namja baru di part ini *haduh nih author ngomong mulu* hehehe yaudah happy readinggggg. Gamsahamnidaaaaaaaa *bow*
***************************************************************************
Dari arah kejauhan tampak sebuah taksi mendekat kearah pasangan yang sedang asik bertengkar tersebut. Begitu melihat taksi myung soo segera masuk ke dalam taksi tapi begitu buka pintu taksi, Jiyeon mendorongnya lalu ia masuk ke taksi tersebut.
“wleeeeeee------------------:P” ledek jiyeon sambil menjulurkan lidahnya. “Hahahaha emangnya enak rasain tuh tuan sok ganteng” teriak jiyeon sambil terus tertawa.
“DASARRR YEOJA GILAAAAA” teriak myung soo pada taksi yang sudah melaju kencang...
Author POV End
*********
Part 2
Sesampainya di rumah jiyeon buru-buru masuk. Begitu masuk, dia melihat pemandangan tidak mengenakkan.
“eomma, kenapa menangis? Apa yang terjadi” tanya jiyeon dengan wajah panik sambil melempar tas sekolahnya ke sofa panjang yang ada di ruang tamu..
Dengan mata sembab eomma jiyeon menceritakan semuanya
“jiyeon maafkan eomma, begitu mendengar teman eomma berjanji akan membantu usaha yang eomma rencanakan untukmu, eomma langsung percaya, dan memberikan hampir semua uang kita” ucap eomma dengan tersedu-sedu “dia adalah teman eomma sejak kecil makanya eomma percaya”
Jiyeon sedikit tertegun dengan cerita eommanya “yasudahlah eomma, tidak apaapa.. aku yakin dengan gaji eomma, kita masih bisa hidup”
“tapi masalahnya, perusahaan tempat eomma kerja mengalami kebangkrutan jiyeon” balas eomma sambil menundukan kepala
“mwoooo?” kali ini ia benar-benar tidak tau harus berkata apa, “ya Tuhan bagaimana nasib kami selanjutnya, sekarang masih ada uang tapi untuk bulan depan, biaya sekolah juga” ucapku dalam hati.
Eomma memeluk jiyeon. Di saat itulah mereka bardua menangis bersama.
***
“Ahh akhirnya tiba juga di rumah” ucap myung soo seraya menghela napas
Begitu myung soo masuk rumah, ia mendengar suara halmoni sedang memarahi pengurusnya
“aku kan sudah bilang, aku tidak suka menunggu . kenapa kau terus membuatku menunggu, dan ini kau sebut ini makanan HAH?” bentak halmoni kepada pengurusnya.
Sedangkan pengurusnya hanya bisa tertunduk. “Aku yakin besok pengurus tersebut mengundurkan diri seperti pengurus yang lain hanya bisa bertahan seminggu” ujar myung soo dalam hati
“Halmoni ini berisik sekali, lagipula kenapa halmoni jam segini sudah ada di rumah. Memangnya di pabrik tidak ada pekerjaan” myung soo menyapa halmoni sambil melempar dirinya di sofa ruang tamunya
“anak nakal kau yaaaaa, aku ada di rumah bukannya disambut malah berbicara seperti itu” bentak halmoni, lalu halmoni mengambil sapu dan memukulnya ke arah myung soo
“awww halmoni hentikan, aku itu masih kesal. Kenapa halmoni melarangku menggunakan mobil. Apa karna aku sering berkelahi di sekolah. Dasar pelitt”
Tiba-tiba dari arah belakang datng seorang namja
“Wah, ada apa ini ribut-ribut” ucap namja tersebut begitu masuk rumah
“hooo cucu kesayanganku” halmoni menengok ke arahnya lalu memeluknya
“Halmoni, jangan marah-marah terus. Senyum dong. Halmoni terlihat sangat cantik jika tersenyum” ucap namja tersebut
“Aku kesal pada adikmu itu” ucap halmoni sambil menunjuk kearah myung soo
“halmoni jangan merasa selalu benar” balas myung soo sambil mem”pout”kan bibirnya
“memangnya kau berulah apa lagi ?” tanya namja itu pada adikknya (myung soo)
“aku tidak melakukan kesalahan minho hyung” ucap myung soo
“jangan berbohong, dia berkelahi lagi di sekolah” potong halmoni
“halmoni, aku berkelahi ada sebabnya” balas myung soo
“walaupun ada sebabnya, seharusnya kau bisa lebih menahan diri. Kau itu bukan anak kecil myung soo. Kau sendirikan yang bilang kalau kau bukan anak kecil lagi. Orang dewasa tidak pernah memakai kekerasan dalam menyelesaikan masalahnya” ucap minho menasehati myung soo
“yayaya arasseo, sudahlah hyung aku cape. Pidatonya nanti saja” ucap myung soo sambil berlalu ke kamarnya
“Lihatkan kelakuan dongsaengmu minho” halmoni menarik napas
“belum lagi aku harus mengurus kepindahan sekolahnya karena aku malu dia selalu berkelahi di sekolah sebelumnya” ucap halmoni lagi
“ yasudah kau masuk kamar saja istirahat”
“Halmoni akan pergi ke pabrik lagi?” tanya minho
“yah sepertinya begitu cucuku”
“jangan terlalu cerewet pada pelayan halmoni”
“aku cerewet karna memang dia belum benar bekerjanya” ucap halmoni
“tidak akan ada yang mengertimu halmoni” ucap myung soo tiba-tiba
“kenapa kau turun lagi?” tanya minho
“mmmhhh... tasku ketinggalan hyung”ucap myung soo malu-malu menganmbil tasnya
**
Keesokan harinya di halaman sekolah
“apaaa? Jiyeon-ah lalu bagaimana sekarang?” tanya suzy begitu jiyeon selesai bercerita
“terpaksa aku harus mencari kerja suzy-ah... suzy apa kau punya lowongan kerja untukku?” tanya jiyeon dengan muka penuh harap
Suzy terlihat berpikir “aku rasa di perusahaan ibuku tidak sedang menerima pegawai baru jiyeon-ah.. mianhae” ucapnya dengan nada sedih
“ohh,, yasudah tidak apa-apa kok” jiyeon tersenyum
Tiba-tiba suzy terdiam dan membalik badan
“kau kenapa?” tanya jiyeon
“tidak apa-apa, aku hanya merasa beberapa hari ini ada yang memperhatikanku” jawabnya
Kami saling berpandangan
“sudahlah, mungkin hanya halusinasiku” ucap suzy
Bel berbunyi
“kajja. kita ke kelas” ajaknya
******
Di kelas
Guru Kang masuk sambil membawa seorang namja .
“Anak-anak kita kedatangan murid baru.. Silahkan perkanalkan diri” kata guru Nam
“Haloo semuanya , namaku Kim Myung soo. Aku pindahan dari Sekolah Byunghan” ucap myung soo dengan wajah masam
Seketika itu suasana menjadi gaduh oleh suara anak-anak yang kebanyakan yeoja karena ketampanan myung soo .
“Diam jangan berisik, myung soo silahkan pilih duduk di tempat yang kosong” ujar guru nam pada myung soo
“jiyeon, itu bukannya namja yang tidak punya tata krama” tanya suzy pada jiyeon
“sepertinya iya” jiyeon menjawab sambil mengerutkan dahinya
“heuu—sial sekali satu kelas dengannya” balas suzy sambil menghela napas
*****
Bel berbunyi menandakan istirahat
“Benar aku merasa memang seperti ada yang memeperhatikanku” gumam suzy
Suzy melihat ke kanan dan kiri sekitarnya tapi tidak ada siapapun. Saat dia membalikkan badan
“anyyeong suzy-ah” ucap seorang namja tiba-tiba sambil membungkukan badan
suzy kaget setengah mati “kau siapa? Kenapa muncul tiba-tiba, mengagetkanku saja, bagaimana kalau sampai aku pingsan?” bentak suzy
“mianhae suzy-ah, aku tidak bermaksud demikian, perkenalkan, namaku Lee Taemin. Aku kelas 2ipa3” jawabnya yang terlihat sekali gugup
“lalu mau apa kau denganku” tanya suzy heran
“bolehkah aku meminta nomor ponselmu? Tanya namja tersebut dengan wajah pucat
“MWOO? Kau kira kau siapa, datang mengaggetkanku lalu meminta nomor ponselku” bentak suzy seraya pergi meninggalkan dia
“bagaimana kalau kita barter? Kau berikan nomormu, aku akan berikan lowongan pekerjaan untuk chingumu itu” ucap taemin
Taemin lalu mendekat kearah suzy dan berkata “aku menyukaimu sejak kita masuk SMA suzy , Aku selalu memperhatikanmu dan sekarang aku ingin kau tau akan perasaanku ini”
suzy hanya terdiam, dia sama sekali tidak tertarik dengan penjelasan taemin, tapi mendengar dia punya lowongan kerja untuk jiyeon. Akhirnya suzy memberikan nomor ponselnya
“gomawo suzy-ah,, gomawoooooo” katanya setengah berteriak
“berisik, cepat berikan lowongan pekerjaannya” kata suzy
Setelah diberikan akupun langsung pergi. Sempat suzy menoleh kearah namja tersebut, terlihat dia begitu gembira dan menari sesukanya “tcihh dasar namja aneh”
****
“jiyeon, ini untukmu” suzy mamberikan secarik kertas
“apa ini?” tanya jiyeon
“lowongan pekerjaan, katanya disitu dibutuhkan pengurus untuk seorang nenek . Dibutuhkannya siang hari lagi saat kau sudah pulang sekolah” suzy mancoba menjelaskan
“suzy-ah, gomawooooooo.. kau benar-benar my BEST FRIEND” ucap jiyeon sambil memeluk erat sahabatnya ini
‘’ya ya ya” dia hanya tersenyum “kajja, kita ke kelas”
Lalu lewat seorang namja tampan favorit jiyeon CHOI MINHO , minho menabraknya Lalu kertas yang jiyeon pegang jatuh
“eu, mianhae” ucap minho sambil memungut kertas yang jatuh
“gwenchana sunbae” balas jiyeon sambil tersenyum salah tingkah
“hey, inikan alamat rumahku. Kau ada perlu apa dengan alamat rumahku” tanyanya dengan tersenyum
“ah dia selalu tersenyum” batinku.. “jiyeon” senggol suzy yang membuyarkan lamunanku
“oh eung aku ingin melamar pekerjaan sebagai pengurus halmoni yang ada disana sunbae?” jawab jiyeon salting
“waw, kau yakin ingin mengurus halmoniku. Dia orangnya keras, cerewt tapi dia halmoni yang paling kusayang?” ujar minho sambil terus tersenyum
“ah jinnja? Jadi dia halmoni sunbae?”
“ne, dia halmoniku” jawab minho
“ohhh, mmhh ne sunbae, aku serius. Aku tidak peduli halmoni sunbae secerewet apa,, aku butuh pekerjaan ini” jawab jiyeon dengan tersenyum pahit
Dia memandang jiyeon lalu berkata “baiklah, aku tunggu kau di rumah yaa” ucap minho sambil berlalu ke kelasnya
“ya ampun suzy-ah apa ini mimpi.. haaaaaaaa aku senang sekaliiiiiii suzy-ah.. ini namanya sambil menyelam menemukan harta karun.. dan tadi liat tidak dia menatapkuuuu” ucap jiyeon sambil terus tersenyum lebar, sangat senang
Suzy menatap jiyeon lalu menarik tanganku “hah sudahlah kau ini berlebihan sekali, ayoo kita masuk”
Sebelum masuk ke kelas, hp suzy berbunyi .
“yoboseo”
“suzy . Hari ini oppa mu akan datang” ucap seorang wanita yang merupakan eomma suzy
“jinjja? Mau apa dia kemari eomma? Bukannya belum liburan?” muka suzy langsung berubah muram
“kata appamu dia bosan berada di Amerika, makanya dia kemari dan akan pindah sekolah di Korea. Nanti siang sebelum pulang jemput dia di airport yaa”
“ne eomma arraseo”
Click. Telepon berakhir
“nugu?” tanya jiyeon
“eomma,, dia bilang oppa ku, dia akan datang siang ini”
“kembaranmu?” tanya jiyeon lagi
“ne....”
**********
Siang itu sehabis pulang sekolah, rencananya jiyeon akan segera mencari alamat yang ada di kertas tersebut. Jiyeon dan suzy keluar kelas
“jiyeon-ah, apa kau yakin tidak ingin supirku membantumu” tanya suzy pada jiyeon
“anhi, tidak usah suzy-ah, kau sudah terlalu baik padaku. Lagian kau kan harus menjemput kembaranmu. hanya mencari alamat aku bisa sendiri” jawab jiyeon dengan senyum
-tiba tiba-
Seorang namja datang
“anyyeong suzy-ah, jiyeon-ah?” sapanya dengan senyum lebar
“oh anyyeong” jawab jiyeon yang masih setengah kaget
“suzy-ah, jangan lupa nanti malam aku akan sms ke ponselmu, yasudah maaf mengganggu yaaa my suzy, jiyeon, aku pergi dulu” namja tersebut pergi begitu saja
“wah siapa dia? My suzy? hahahaha dia namjachingumu suzy-ah?” tanya jiyeon yang masih memperhatikan namja tadi
“AHNIO jangan sembarangan bicara. Namanya Lee Taemin. Kelas 2ipa3” jawab suzy datar
“wah tapi kau tau nama dan kelasnya” ucap jiyeon sambil tersenyum menggoda suzy
Suzy menatap jiyeon “aku saja baru tau namanya saat istirahat tadi, dia bilang dia menyukai dan terus memperhatikanku sejak kita kelas satu” suzy menjelaskan dengan wajah datar
“Omo--- benarkah itu? Wahh suzy chukkae” ucap jiyeon dengan mata berbinar
“aku tidak tertarik dengannya” balasnya sambil menatap jiyeon
“waeyooo?? Aku lihat dia sepertinya polos dan aku rasa dia memang jujur itu terpancar dari matanya . Lagipulaaa dia itu cute sekali suzy-ah”jiyeon mencoba untuk merayu suzy
“haha memang matanya memancarkan apa jiyeon?” ucap suzy geli
“memancarkan keseriusan” jawab jiyeon
“kau terlalu banyak menonton drama.. sudahlah yeonnnn jangan membahas dia, aku tidak tertarik dengannya” ucap suzy sambil berlalu pergi.
********
“Hmm aku akan berhasil menemukan alamat ini” batinku “FIGHTING JIYEON-AH” teriak jiyeon
“dasar yeoja pabo” ucap seorang namja dari arah belakang
jiyeon menengok kearah sumber suara “ANDWAEE,, heh tuan sok ganteng tadi kau bicara apa hah?” jiyeon berteriak kearah namja itu sambil menenteng tangannya
“aku bilang kau yeoja PABO... Tapi ahhh—ada lagi kau itu selain pabo juga mengesalkan, bilang aku tidak punya tata krama. Tapi ternyata kau sendirilah yang tidak punya tata krama” ucap namja tersebut sambil memasukkan tangannya ke saku celananya
“MWO?? Apa kau bilang ? heh NGIUNG SOO, waktu itu aku kan sudah mau mencucikan seragammu. Tapi kau malah bicara nglantur dan bilang kalau aku ini sengaja” balas jiyeon sambil melotot
“heh namaku MYUNG SOO, tadi kau memanggilku apa?” bentak myung soo
“haaaa aku tidak peduli, I DON`T CARE ABOUT YOUR NAME :p” balas jiyeon sambil berlalu pergi
“HEH KAU ITU MEMANG YEOJA PABOO”
Jiyeon mendengar teriakkannya tapi dia sama sekali tidak peduli. Jiyeon terus berjalan dan melambaikan tangannya tanpa berbalik ke arah myung soo
*******
Minho baru saja keluar dari sekolahan. Tidak sengaja dia melihat adiknya dan yeoja yang bernama jiyeon beradu mulut di depan halaman sekolah. Minho terus memperhatikan mereka berdua. Melihat pertengkaran tersebut minho malah tersenyum
“dasar myeong soo, baru satu hari menjadi murid baru sudah mempunyai musuh, yeoja lagi. anak itu selalu saja bikin orang naik darah” ucap minho sambil geleng-geleng kepala “tapiiii ada yang berbeda, baru kali ini aku lihat ada yeoja yang memarahinya seperti itu” batin minho “ahh—aku harus beritahu halmoni soal kabar baaik ini” ucap minho dalam hati
Sesudah menelepon halmoni minho menghampiri jiyeon
“jiyeon-ah, ayo kita bareng saja.. tujuan kita kan sama”ajak minho
“oh minho sunbae, emm tidak usah sunbae, merepotkanmu” tolak jiyeon, dia terlihat gugup
“tidak merepotkan lagipula kau belum tau kan rumahku... ayolah” bujuk mnho padanya
Dia berpikir sejenak lalu menerima ajakan minho “mmhh baiklah, gomawo sunbae” ucap jiyeon sambil tersenyum membungkukan badan
Minho terkekeh melihatnya “tidak usah terlalu formal denganku, oiyaa panggil oppa saja?
Melihat minho tertawa jiyeon hanya bisa tersenyum “mmhhh baik sunbae oppa, eh aduh maksudku minho oppa”
Minho terkekeh karna jiyeon masih bersikap canggung. lalu mereka berdua langsung berangkat ke rumah minho menggunakan motor gede minho.
*******
Airport
Daritadi suzy melihat jam tangan mahalnya. Menunggu adalah hal yang paling ia benci. Jiyeon yang sahabatnya saja pasti akan dimarahi kalau sudh membuat suzy menunggu.
“haduh kemana sih anak itu?” gerutu suzy sambil terus melihat sekeliling
“hello my beloved twins” sapa seorang namja tiba-tiba yang merupakan kembarannya suzy
“jinwoon ? kau benar jinwoon kembaranku?” tanya suzy tidak percaya
Suzy dan jinwoon memang kembar. Jinwoon lahir lebih dulu. mereka berpisah saat masih kelas 3SMP
“of course this is me,, masa kau lupa dengan saudaramu sendiri?” ucap jinwoon sambil mengacak-acak rambut suzy
“wajahmu memang tidak berubah, tapi kenapa kakimu jadi lebih panjang dariku. Dulu bukannya tinggi kita sama”
“itulah gunanya olahraga, makanya kau olahraga. Lihat ini apa? Lemak bukan?” tanya jinwoon sambil mencubit kedua pipi suzy
“aww sakit. Heh ini bukan lemak. Tinggi dan berat badanku itu ideal tau” gerutu suzy
“oiyaaaa, HEH kau itu lama sekali sih. aku sudah menunggumu setangah jam. Kalau sampai aku lumutan bagaimana... Waktu tidur siangku juga tersita karnamu” bentak suzy sambil pergi
Sedangkan jinwoon sebagai objek yang dimarahi hanya melongo saja.
********
Halmoni’s House
Minho dan jiyeon sudah sampai di rumah kediaman minho..
Begitu turun dari motor, pandangan mata jiyeon langsung tertuju kearah rumah yang sangat besar. “ya ampun ini rumah atau istana” batin jiyeon “ternyata minho oppa adalah anak dari keluarga kaya” ucap jiyeon dalam hati sambil menengok kearah minho
“kajja, kita masuk” ajak minho
“ne” jawab jiyeon sambil mengangguk
Sampai di rumah mereka berdua langsung disambut oleh halmoni minho
“halmoni, ini dia jiyeon. Yeoja yang akan melamar menjadi pengurusmu di rumah ini” ucap minho sambil merangkul halmoni kesayangannya.
“jadi kau yang bernama Park Jiyeon?” tanya halmoni yang melihat jiyeon dari atas sampai bawah
“ne halmoni, Park Jiyeon imnida” jawab jiyeon dengan tersenyum
“baiklah kau aku terima, sudah siap kerja sekarang?” tanya halmoni lagi
“sekarang? Oh ne siap siap siap” jawab jiyeon yang membuat minho tersenyum
“nanti kau akan memakai baju pelayan seperti pelayan lainnya, tapi sebelum ganti pakaian, tolong sirami tanaman-tanamanku yang ada di halaman” jelas halmoni
“ne arraseo halmoni” jawab jiyeon.
Saat jiyeon pergi, minho menceritakan kejadian pertengkaran jiyeon dengan myeong soo
“jinjja, apakah anak itu memarahinya minho?” tanya halmoni dengan antusias
“ne halmoni, aku yakin park jiyeon orang yang tepat untuk mengurus myeong soo juga, selama ini myeong soo tidak pernah kan dimarahi oleh seorang yeoja” minho bicara dengan antusias juga
“oh baiklah, akan halmoni lihat kerja anak itu dan halmoni pikirkan pekataanmu minho-ah” kata halmoni
*********
“wah bunganya cantik sekali” jiyeon menyirami bunga yang ada di kebun halmoni sambil bersenandung. Ketika sedang asik menyiram. Muncul seorang namja dari arah pintu gerbang.
Jiyeon memandangi namja yang sedang berjalan tersebut. Setelah semakin dekat baru dia sadar siapa namja tersebut.
“KAU, UNTUK APA KAU ADA DISINI?” tanya jiyeon kaget dan sedikit berteriak
“HEH KAU KAN YEOJA PABO” ujar namja tersebut yang juga tidak kalah kaget
Mereka saling menunjuk dengan mulut terbuka satu sama lain.
TBC
***************************************************************************
Gimana readerssssss ?????? Cukup seru gaaaaa part 2 ini ???? atau malah bingung sama critanya?? :D kalo ada masukan,kritikan, atauu pujian mungkin *hehe author ngarep* silahkan aku dengarkannn .Jangan lupa like nyaa. OIYAAA ada lagi DONT COPY PASTE TANPA SEIZIN AUTHOR !!!!
***************************************************************************

Wah cerita'a makin menarik ja...
ReplyDeleteHahaha kasian myungsoo dmarahin trz sama jiyi :-D
kaya'a suzy suka ma minho deh dari pada taemin :-D
Eh saeng tu ga salah suzy kembaran'a jinwoo...soal'a ga da mirip2'a :-D