Author : Fika Arnita
Cast :
·
Park Jiyeon
·
Kim Myungso
·
Choi Minho
·
Jung Krystal
·
Bae Suzy
·
Lee Taemin
Other Cast
·
Park Family [kim tae hee]
·
Kim Family [shin yeon shung]
And other Find by Your Self
Genre : Romance, Little Little Comedy, Family
Rating : Semua Umur
jinwoon terus mengamati gadis itu, dia terus
termenung. Beberapa bus yang berhenti di depannya pun ia acuhkan. Sepertinya
dia tidak sadar bahwa bus sudah beberapa kali lewat. “kenapa jam segini, dia
masih memakai baju seragam?”
Dia mendongakkan kepala dan berdiri. Angin malam
menyibakkan rambut coklatnya. Dia akhirnya naik bus yang datang selanjutnya.
“seragam seperti itu? Aku pernah liat dimana ya? Ah
aku harus meminta eomma untuk mencari sekolah yang seragamnya seperti itu, aku
akan masuk kesana’’ ucap jinwoon lagi
“sudah kuduga Korea akan lebih mengasyikkan” ucap
jinwoon sumringah
******
Part
4
Corridor’s
School
Suzy menyusuri koridor sekolah dengan santai karena
memang masih pukul 06.30. Tiba-tiba dari belakang terdengar ada namja yang
memanggil namanya. Suzy pun menengok
“suzy dari tadi aku memanggilmu” ucapnya sambil
terengah-engah
Suzy hanya diam karna malas meladeni si taemin yang
terus saja mengganggu. Dia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya
“ini hadiah yang aku ceritakan kemarin saat
ditelepon”
Suzy melihat hadiah tersebut heran “apa ini? Kendi
seperti ini kan sudah banyak yang jual. Di kota Seoul ini bahkan banyak yang
lebih bagus” ucap suzy datar
“hey, walaupun kendi ini jelek dan hanya replika
tapi kau belum tau kan sejarahnya. Dulu ada seorang namja yang sangat mencintai
seorang yeoja tapi ternyata bertepuk sebelah tangan. Lalu tiba-tiba yeoja itu
tertabrak mobil dan meninggal. Karna saking cintanya. Namja tersebut menaruh
abu yeoja itu disini selamanya hingga ia meninggal”
Mendengar cerita taemin, suzy melotot kesal
“ini, aku tidak mau menerimanya, kau memberikanku
ini sambil berdoa supaya nasibku dan yeoja itu sama kan” bentak suzy sambil
meyerahkan kendi tersebut. suzy pun lalu pergi. Dari belakang taemin terus
mengejar
“suzy, bukan itu maksudku, aku hanya ingin
memberikanmu hadiah. Selama ini aku tidak pernah menyukai seorang yeoja sampai
tergila-gila seperti ini. Semua mantan yeojachinguku dulu tidak ada yang
sepertimu, jadi aku tidak tau harus bersikap seperti apa” ucap taemin sambil
menundukan kepala
“pokonya kau harus terima dan simpan ya” ucap taemin
lagi sambil berlalu pergi
******
At
Class
“drrt drrt”
Ponsel jiyeon bergetar. Jiyeon membuka sms yang
ternyata dari halmoni. Ia serius membaca pesan yang dikirim oleh halmoni dan
bingung harus membalas apa.
“hey, tidak baik melamun pagi-pagi” ucap suzy datang
sambil duduk di kursinya
“suzy.......” ucap jiyeon lirih
“wae?”
“aku ingin cerita”
“ya sudah, tapi nanti saja jiyeon, sebentar lagi bel
masuk”
jiyeon hanya menanggukan kepala
*****
- saat pelajaran berlangsung-
“Ahhhh,, bosan sekali mendengarkan guru lee
menjelaskan matematika” batin myung soo sambil menguap
Myung soo menengok ke arah kiri dan kanan. Hingga
pandangannya jatuh pada jiyeon.
“aku tau, akan aku balas yeoja pabo itu
gara-gara masalah sup kemarin” ucap myung soo dalam
hati
Myung soo melempari banyak kertas ke arah jiyeon,
awalnya jiyeon tidak menghiraukan. Tapi lama-lama karna kesal jiyeon menengok
juga dan memarahi myung soo tapi tidak mengeluarkan suara. Ternyata guru lee
saat itu melihatnya
“jadi
persamaan kuadrat ialah jika terdapat dua veriabel...... PARK JIYEON !!!!!!!”
ucap guru lee kesal
“eu iya pa” ucap jiyeon gelagapan
“bapa tau kamu murid pintar tapi itu bukan alasan
untuk tidak memperhatikan pelajaran bapa”
“iya mianhae” ucapnya
“HAHAHAHA
SUMPAH AKU SENANG SEKALI” batin myung soo sambil menahan tawa
******
-istirahat-
“jinjja ??”
tanya suzy saat jiyeon sudah selesai bercerita tentang keluarga myung soo
jiyeon hanya mengangguk lemas
“dan yang lebih gilanya lagi suzy Tadi halmoni
mengirim sms yang isinya tawaran untuk menjadi asisten dan guru privat myung
soo, dia berjanji akan memberikan gaji besar. Aku harus bagaimana suzy-ah” ucap
jiyeon sedih “ aku butuh uang itu tapi sumpah demi apapun aku risih berada di
dekat myung soo
“mmhh, bagaimana yaaa ? jiyeon kau coba saja dulu
terima tawaran halmoni. Kau juga kan sedang butuh uang.”
“gitu yaaa, gurrae aku akan menerima tawaran halmoni”
ucap jiyeon lemas
Hening sebentar
“eh suzy, aku lihat tadi di mejamu ada kendi, kendi
darimana? Untuk apa dibawa-bawa ke sekolah” tanya jiyeon penasaran
“hooo,, itu hadiah bodoh dari taemin”
“namja yang waktu itu?”
“ne”
“hahahahaha, lucu sekali dia memberikan hadiah
seperti itu” ucap jiyeon sambil tertawa
“jangan tertawa, sampai di rumah nanti aku akan
membuangnya”
“hey, pemberian dari orang tidak boleh dibuang” ucap
jiyeon
*****
In
the Afternoon
Halmoni’s
House
“yobosseo, crystal ssi kau sekarang ada di seoul ?
jinjja?” tanya minho dengan antusias
“ne oppa, apa oppa
kangen denganku?” tanya krystal
“hahaha, ya aku rindu, aku rindu ingin menjitak
kepalamu lagi”
“oppaaaaa, aku bukan
anak kecil bodoh lagi yang bisa kau jitak. Sekarang aku ini yeoja yang
berkharisma” balas krystal
“hmm, jinjja? Hmm sulit untuk dipercaya...”
“huuu, eh oppa
bagaimana kalo kita bertemu. Temui aku sekarang di taman tempat dulu kita
sering bermain bersama”
“okee siiaappp”
Click (hp dimatikan)
“ahh akhirnya” gumam minho dengan senyum di wajahnya
Selama minho menelepon tadi, jiyeon memperhatikannya
“minho oppa
bicara dengan siapa sih? Kenapa gembira sekali?” jiyeon mem-pout-kan bibirnya
sambil terus mengintip ke arah minho. Tiba-tiba dari arah belakang myung soo
datang
“heh, yeoja tidak punya tata krama. Mana boleh menguping
pembicaraan orang” ucap myung soo pada jiyeon
“mhh aniiii~~~ aku, aku hanya sedang mengamati
rumahmu. Kenapa begitu besar yaa?”
“sudahlah aku ini tidak bodoh, haduuhhh kenapa juga
halmoni malah menunjukmu sebagai tutorku. haaaa~~~ pokonya kau harus membuat
nilaiku bagus di evaluasi pelajaran nanti dengan begitu halmoni akan
mengijinkanku memakai mobilnya” ucap myung soo
“tcihh, itu tergantung usahamu sendiri”
At
Learning’s Room
“ini, aku gambar banyak bintang di buku paketmu,
kalo bintangnya satu itu berarti masih ada rumus lain yang bisa kau gunakan
selain rumus tersebut. Kalo bintangnya dua itu berati kau harus benar-benar
memahaminya karna biasanya itu yang banyak keluar pada evaluasi nanti” ucap
jiyeon menjelaskan panjang lebar
“haduh banyak sekali bintangnya, apa kau tidak bisa
membuat rumus tersendiri? Yang hanya satu rumus untuk semua soal? Katanya kau
kan sangat pintar”
“mana ada satu rumus untuk semua soal? Dasar pabo,
rumus ini aku rasa sudah pling gampang” balas jiyeon
Jiyeon menjelaskan semua rumus kepada myung soo.
*****
Flower
Garden
“krystal ssi”
“oppa”
Kami berpelukan, “haaa aku sangat merindukannya” batin minho
“waahh, kenapa kau bisa berubah secantik ini?” ucap
minho
“wae oppa? Enak saja, dari lahir aku sudah cantik”
“hahahahaha iya iya”
Minho dan krystal mengobrol banyak. Krytal banyak
bercerita, sebenarnya ceritanya krystal sudah ia ceritakan selama mereka
chattingan. Minho dan krytal memang selalu memberikan kabar selama krystal
berada di san fransisco. Tapi minho tak pernah bosan mendengarkan suara dan
semua crita-crita krystal
-flashback-
Krystal adalah teman minho dan myung soo. Minho
lebih dulu mengenal krystal. Pertemuan mereka pada waktu SMP kelas 1. Krystal
saat itu tengah menangis karna masalah keluarga. Minho yang melihatnya segera
menghampirinya
“hey, kenapa kau menangis?
“jangan pedulikan aku, pergi sana”
Minho pun agak menjauh darinya tapi dari kejauhan dia
tetap mengamatinya yang terus menangis. Lalu tiba-tiba dari arah belakang ada
bola mengenai kepala minho. Pukulannya sangat keras hingga minho pingsan.
Begitu sadar orang pertama yang dia lihat adalah krystal.
“gwenchana?”
“tidak apaapa, hanya masih pusing .... awww” ucap
minho sambil memgang kepala bagian belakang
“kaka kami minta maaf yaa” kata anak-anak yang tadi
bermain bola
“ne tidak apaapa koq” jawab minho dengan senyum
Minho dan krystal akhirnya mengobrol, krystal
ternyata adik kelas minho. Satu angkatan dengan myung soo. mereka akhirnya
dekat. Minho sering mengajarinya pelajaran. Karna krystal sering ke rumah minho
untuk belajar. Lama-lama dia juga berteman dengan myung soo.
Pada suatu malam rencananya minho ingin mengatakan
bahwa dia menyukainya. Tapi sebelum niat itu disampaikan krystal sudah terlebih
dahulu bilang bahwa minho hanyalah kaka untuknya dan dia menyukai myung soo.
Beberapa hari kemudian krystal mengabarkan bahwa dia akan pindah ke San
Fransisco. Dan setelah itu hubungan kaka adik mereka dilanjut di dunia maya
-flashback
end-
“oppa kabar myung soo bagaimana? Kenapa dia tidak
diajak kesini?” tanya krystal
“oh dia baik, dia harus mengikuti les tambahan. Kau
tau sendirikan dia itu susah diatur makanya dia harus les tambahan supaya nilai
pelajarannya membaik”
“hahahahaha dasar myung soo”
Minho mengamatinya “hmm ternyata perasaannya masih sama seperti yang dulu”
******
-kembali ke jiyeon dan myung soo-
“yaaa ampun soal seperti ini saja tidak bisa, otakmu
itu terbuat dari apa. Aku kan sudah menjelaskan rumusnya tadi” bentak jiyeon
“Euuu soalnya
berbeda sekali dengan yang tadi kau contohkan. Makanya kalo mengerjakan contoh
itu jangan yang mudah. Iniii coba kau kerjakan soal ini” balas myung soo tidak
mau kalah sambil menyerahkan buku
Sebentar saja jiyeon sudah selesai mengerjakan
“jawabannya A. Lihat kan mudah? Haduh ckckckc aku
tau kau bodoh tapi aku tidak tau sampai
seperti ini” ucap jiyeon sambil menggelengkan kepala
“HEH ENAK SAJA, aku ini hanya belum memahami jadi
wajar saja kalo beda soal aku tidak bisa, lagian mana ada orang yang baru
belajar langsung lancar. Sudah belajarnya sampai sini saja. Nanti malam aku
akan memahaminya sendiri. Besok kau berikan soal lagi aku pasti bisa
mengerjakannya” balas myung soo sambil berlalu pergi
Jiyeon melongo heran sambil menggelengkan kepala.
*****
Suzy’s
House
Jinwoon masuk ke kamar suzy
“heh mau apa kau masuk ke kamarku?” tanya suzy
“aku hanya bosan di kamarku” ucap jinwoon
“sudah keluar keluar aku ingin tidur” bentak suzy
Suzy menyeret
tangan jinwoon. Sebelum keluar jinwoon melihat seragam suzy
“suzy, ini seragam sekolahmu?” tanya jinwoon
“ne, wae?”
Jinwoon tersenyum
“kau kenal dengan yeoja cantik yang ada disana
tidakk?” tanya jinwoon
“di sekolahku, banyak yeoja cantik” ucap suzy
“yang rambutnya coklat” ucap jinwoon
“di sekolahku juga banyak yeoja berambut coklat”
Jinwoon berpikir lagi ciri-ciri apa lagi dari yeoja
yang ia temui di halte tersebut
“haaa, sudahlaahhh nanti biar aku sendiri saja yang
mencarinya” ucap jinwoon sambil berlalu dengan senyum di wajahnya
******
Halmoni’s
House
“Anyeong
halmoni” sapa jiyeon pada halmoni yang baru saja pulang dengan sedikit membungkukan
badannya
“Anyeong jiyeon” balas halmoni sambil tersenyum
Sesudah halmoni mengganti bajunya, halmoni mengajak
jiyeon untuk duduk mengobrol di kebun rumah halmoni
“jiyeon, terimakasih karna telah menerima tawaranku
untuk mengajari myung soo” ucap halmoni memulai pembicaraan
“ah aku yang seharusnya berterima kasih halmoni.
Karena halmoni sudah membantu ekonomi keluargaku”
“myung soo itu sebenarnya anak yang baik, dia memang
agak kasar dan nakal. Itu karena di hatinya dingin” ucap halmoni
“maksud halmoni?”
“appa dan eomma myung soo bercerai pada saat minho
SMP kelas 1 dan myung soo SD kelas 6. Mereka bercerai karna masing-masing
ternyata memiliki “simpanan”. Sesudah perceraian, eomma mereka memilih
menjalani hidup barunya. Sedangkan minho tidak mau lagi hidup dengan appa nya.
Minho juga tidak ingin myung soo ikut dengan appanya. Maka dari itu akulah yang
merawat mereka berdua. Sebenarnya aku yang salah karena terlalu memanjakan
myung soo. Minho saat itu walaupun masih sama kecilnya tapi ia sudah bisa
menjaga adiknya, menjalankan dua peran sekaligus sebagai kaka dan figur seorang
appa. Sedangkan myung soo sangat ingin disayang oleh seorang eomma. Aku gagal
memberikan figur eomma untuk myung soo” halmoni bercerita sampai air matanya
mengalir
Jiyeon yang mendengar cerita halmoni juga tidak
kuasa menahan air matanya
“halmoni, halmoni tidak gagal. Hanya saja myung soo
pada saat itu memang masih sangat membutuhkan seorang eomma, perceraian memang
selalu membekas di hati. Siapapun orangnya pasti tidak mudah untuk menghapusnya
dan menggantinya dengan kenangan bahwa saat itu dia hanya memiliki seorang kaka
dan halmoni”
*****
jiyeon memandangi myung soo dari jauh. “ternyata dia
cukup kasihan juga yaaa”. Disaat jiyeon sedang memperhatikan myung soo. Minho kembali
ke rumah dengan senyum di wajah tampannya.
“minho oppa juga ternyata dari dulu sudah dewasa,
benar-benar keren” ucap jiyeon sambil tersenyum.
“jangan-jangan kau menyukai hyungku yaaa?” tanya
myung soo yang tiba-tiba berada di belakang jiyeon
“mmhh kalo iya memangnya kenapa? Siapa juga yang
tidak suka dengan hyungmu itu. Sudah tampan,pintar, dewasa pula. Benar-benar
bikin aku hatiku meleleh” ucap jiyeon
“percuma saja, kau itu bukan tipenya”
“lalu tipenya seperti apa? Oiya apa minho oppa sudah
punya yeojachingu? Soalnya tadi siang dia senang sekali mengobrol di telepon
dengan temannya. Sekarang juga dia pulang dengan wajah yang sangat gembira”
“mana aku tau yang pasti hyungku meyukai gadis
berkharisma sedangkan kau dari ujung rambut sampai ujung kaki tidak ada
sedikitpun kharisma” jawab myung soo singkat sambil melengos pergi
“HEH YANG SAMA SEKALI TIDAK BERKHARISMA ITU KAU,
BUKTINYA AKU SAMA SEKALI TIDAK PERNAH TERPESONA OLEHMU” teriak jiyeon
Myung soo berbalik dan menghampiri jiyeon,
“berarti kau tidak normal, semua yeoja dikelas
menyukaiku”
“semua? Aku dan suzy tidak pernah” ucap jiyeon
sambil menunjukkan muka sombong
“yah kalian dua orang yang tidak normal”
“dengar yaa myung soo, mendengar suaramu atau
mengingat namamu saja aku sudah agak pusing apalagi melihat mukamu. Dimataku
kau dan minho oppa itu sangat berbeda dan kau tidak bisa menyamai minho oppa.
Jelaskan apa kataku ?” ucap jiyeon
Setelah mengucapkan kata-kata tersebut jiyeon pergi
sambil tersenyum
*****
Myung soo jalan menuju kamarnya dan menjatuhkan
tubuhnya ke ranjang empuk yang biasa ia tiduri. Kata-kata jiyeon begitu melekat
dalam pikirannya. Padahal myung soo sama sekali tidak pernah menghiraukan
kritikan orang lain bahkan kritikan halmoni saja tidak pernah ia pikirkan.
“kenapa dia menganggap aku dan hyung sangat berbeda.
Dan aku sama sekali tidak bisa seperti hyung? Apa di matanya hanya minho hyung
saja yang terlihat keren” ucap myung soo.
“Haduh kenapa denganku ini” ucapnya lagi setengah
berteriak
Tok tok tok
“myung soo”
Minho hyung mengetuk kamar myung soo
“masuk saja hyung”
“ada apa?” tanya myung soo
Minho hyung duduk di ranjang myung soo
“krystal sudah kembali, tadi hyung menemuinya. Dia
menanyakan kenapa kau tidak ikut, hyung bilang saja kau sedang belajar tambahan
jadi tidak bisa ikut” minho hyung menjelaskan sambil tersnyum
“benarkah dia sudah kembali? Lalu kalian bicara apa
saja?” tanya myung soo datar tapi tetap sambil tersenyum
Minho menjelaskan dengan excited, sedangkan myung
soo memang pandangannya menatap minho tapi pikirannya terus saja memikirkan
kata-kata jiyeon “masa iya aku tidak bisa
seperti minho hyung” ucap myung soo dalam hati “apa minho hyung jauh lebih terlihat keren di mata para yeoja?” ucap
myung soo lagi dalam hati
“myung soo” minho hyung mengguncangkan bahuku
“kau mendengarkan cerita hyung tidak sih?” tanyanya
“iya, aku dengar kok hyung, lalu dia akan meneruskan
sekolah di Seoul?” tanya myung soo
“ne, tapi sepertinya di sekolah khusus putri”
“ohhh” myung soo hanya mengangguk
******
-malam hari-
Suzy’s
House
Suzy duduk di ranjangnya sambil memperhatikan kendi
dari taemin. Tadinya dia ingin membuannya tapi teringat perkataan jiyeon.
Akhirnya dia urungkan.
“perasaan cinta itu benar-benar bikin pusing” ucap
suzy pada kendi itu
******
Taemin’s
House
“ahhh,
akhirnya PR nya selesai juga, sekarang tinggal berpikir besok ingin memberi kejutan
apa untuk my suzy”
taemin ke dapur ingin mengambil minum. Saat di dapur
ia melihat eommanya sedang menghangatkan masakan untuk besok.
“eomma, kira-kira besok aku memberikan apa ya untuk
suzy?” tanya taemin pada eomma.
Eomma taemin sudah tau tantang suzy, taemin memang
selalu bercerita tentang calon mantunya tersebut. Eomma juga tau bahwa suzy itu
anak broken home dan dingin terhadap namja, taem juga bercerita bahwa saat ini
dia baru tahap pengejaran terhadap suzy
“mmhh apa yaaa? Kau masakan bekal saja untuknya”
usul eomma
“bekal? Wah ide bagus eomma” jawab taemin girang
Taemin mulai membuat memikirkan makanan apa yang pas
untuk bekal besok
“taeminie, apa suzy nantinya tidak akan kabur kalo
kau terus muncul di depannya” tanya eomma
“tidak eomma, suzy itu orang yang sangat cuek
terhadap namja. Jadi kalau aku muncul hanya sekali atau dua kali dia tidak akan
memirkanku. Aku khawatir dia malah akan melupakanku. Jadi itu sebabnya aku
harus terus muncul di depannya agar dia terbiasa oleh kehadiranku” jawab taemin
sambil tersenyum
*****
Jiyeon’s
House
“ahhh aku lelah sekali”
jiyeon sudah siap-siap pergi tidur
“jiyeon-ah”
“eomma?”
“ini eomma bikinkan kau susu, kau harus meminumnya”
ucap eomma sambil menyerahkan segelas susu
“eomma, minta maaf yaa nak, kau jadi harus bekerja
dan belajar” ucap eomma lirih
“tidak apaapa eomma, aku juga sekarang senang bisa
membantu eomma mencari uang” jawab jiyeon sambil tersenyum
“andai saja appamu masih hidup”
“sudahlah eomma, tidak usah selalu memikirkan appa,
sekarang eomma juga sudah mendaptkan kerjakan” ucap jiyeon
“oh iya jiyeon, eomma lupa memberi tahumu, sekarang
krystal ada di korea” ucap eomma
“jinjja?” ucap jiyeon
Setelah eomma keluar kamar jiyeon. Jiyeon malah jadi
tidak bisa tidur dan mulai memikirkan segala kenangan buruknya bersama krystal
TBC

My Maid Is My Girlfriend Part 5 coming soon ^^
ReplyDelete