Thursday, September 20, 2012

My Maid Is My Girlfriend Part 4

Tittle    :  My Maid Is My Girlfriend PART 4
Author : Fika Arnita
Cast :
·         Park Jiyeon
·         Kim Myungso
·         Choi Minho
·         Jung Krystal
·         Bae Suzy
·         Lee Taemin
Other Cast
·         Park Family [kim tae hee]
·         Kim Family [shin yeon shung]
And other Find by Your Self
Genre : Romance, Little Little Comedy, Family
Rating : Semua Umur

jinwoon terus mengamati gadis itu, dia terus termenung. Beberapa bus yang berhenti di depannya pun ia acuhkan. Sepertinya dia tidak sadar bahwa bus sudah beberapa kali lewat. “kenapa jam segini, dia masih memakai baju seragam?”
Dia mendongakkan kepala dan berdiri. Angin malam menyibakkan rambut coklatnya. Dia akhirnya naik bus yang datang selanjutnya.
“seragam seperti itu? Aku pernah liat dimana ya? Ah aku harus meminta eomma untuk mencari sekolah yang seragamnya seperti itu, aku akan masuk kesana’’ ucap jinwoon lagi
“sudah kuduga Korea akan lebih mengasyikkan” ucap jinwoon sumringah
******
Part 4
Corridor’s School
Suzy menyusuri koridor sekolah dengan santai karena memang masih pukul 06.30. Tiba-tiba dari belakang terdengar ada namja yang memanggil namanya. Suzy pun menengok
“suzy dari tadi aku memanggilmu” ucapnya sambil terengah-engah
Suzy hanya diam karna malas meladeni si taemin yang terus saja mengganggu. Dia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya
“ini hadiah yang aku ceritakan kemarin saat ditelepon”


Suzy melihat hadiah tersebut heran “apa ini? Kendi seperti ini kan sudah banyak yang jual. Di kota Seoul ini bahkan banyak yang lebih bagus” ucap suzy datar
“hey, walaupun kendi ini jelek dan hanya replika tapi kau belum tau kan sejarahnya. Dulu ada seorang namja yang sangat mencintai seorang yeoja tapi ternyata bertepuk sebelah tangan. Lalu tiba-tiba yeoja itu tertabrak mobil dan meninggal. Karna saking cintanya. Namja tersebut menaruh abu yeoja itu disini selamanya hingga ia meninggal”
Mendengar cerita taemin, suzy melotot kesal
“ini, aku tidak mau menerimanya, kau memberikanku ini sambil berdoa supaya nasibku dan yeoja itu sama kan” bentak suzy sambil meyerahkan kendi tersebut. suzy pun lalu pergi. Dari belakang taemin terus mengejar
“suzy, bukan itu maksudku, aku hanya ingin memberikanmu hadiah. Selama ini aku tidak pernah menyukai seorang yeoja sampai tergila-gila seperti ini. Semua mantan yeojachinguku dulu tidak ada yang sepertimu, jadi aku tidak tau harus bersikap seperti apa” ucap taemin sambil menundukan kepala
“pokonya kau harus terima dan simpan ya” ucap taemin lagi sambil berlalu pergi
******
At Class
 “drrt drrt”
Ponsel jiyeon bergetar. Jiyeon membuka sms yang ternyata dari halmoni. Ia serius membaca pesan yang dikirim oleh halmoni dan bingung harus membalas apa.
“hey, tidak baik melamun pagi-pagi” ucap suzy datang sambil duduk di kursinya
“suzy.......” ucap jiyeon lirih
“wae?”
“aku ingin cerita”
“ya sudah, tapi nanti saja jiyeon, sebentar lagi bel masuk”
jiyeon hanya menanggukan kepala
*****
- saat pelajaran berlangsung-
 “Ahhhh,, bosan sekali mendengarkan guru lee menjelaskan matematika” batin myung soo sambil menguap
Myung soo menengok ke arah kiri dan kanan. Hingga pandangannya jatuh pada jiyeon.
 “aku tau, akan aku balas yeoja pabo itu gara-gara masalah sup kemarin” ucap myung soo dalam hati
Myung soo melempari banyak kertas ke arah jiyeon, awalnya jiyeon tidak menghiraukan. Tapi lama-lama karna kesal jiyeon menengok juga dan memarahi myung soo tapi tidak mengeluarkan suara. Ternyata guru lee saat itu melihatnya
 “jadi persamaan kuadrat ialah jika terdapat dua veriabel...... PARK JIYEON !!!!!!!” ucap guru lee kesal
“eu iya pa” ucap jiyeon gelagapan
“bapa tau kamu murid pintar tapi itu bukan alasan untuk tidak memperhatikan pelajaran bapa”
“iya mianhae” ucapnya
“HAHAHAHA SUMPAH AKU SENANG SEKALI” batin myung soo sambil menahan tawa
******
-istirahat-
 “jinjja ??” tanya suzy saat jiyeon sudah selesai bercerita tentang keluarga myung soo
jiyeon hanya mengangguk lemas
“dan yang lebih gilanya lagi suzy Tadi halmoni mengirim sms yang isinya tawaran untuk menjadi asisten dan guru privat myung soo, dia berjanji akan memberikan gaji besar. Aku harus bagaimana suzy-ah” ucap jiyeon sedih “ aku butuh uang itu tapi sumpah demi apapun aku risih berada di dekat myung soo
“mmhh, bagaimana yaaa ? jiyeon kau coba saja dulu terima tawaran halmoni. Kau juga kan sedang butuh uang.”
“gitu yaaa, gurrae aku akan menerima tawaran halmoni” ucap jiyeon lemas
Hening sebentar
“eh suzy, aku lihat tadi di mejamu ada kendi, kendi darimana? Untuk apa dibawa-bawa ke sekolah” tanya jiyeon penasaran
“hooo,, itu hadiah bodoh dari taemin”
“namja yang waktu itu?”
“ne”
“hahahahaha, lucu sekali dia memberikan hadiah seperti itu” ucap jiyeon sambil tertawa
“jangan tertawa, sampai di rumah nanti aku akan membuangnya”
“hey, pemberian dari orang tidak boleh dibuang” ucap jiyeon
*****
In the Afternoon
Halmoni’s House
“yobosseo, crystal ssi kau sekarang ada di seoul ? jinjja?” tanya minho dengan antusias
“ne oppa, apa oppa kangen denganku?” tanya krystal
“hahaha, ya aku rindu, aku rindu ingin menjitak kepalamu lagi”
“oppaaaaa, aku bukan anak kecil bodoh lagi yang bisa kau jitak. Sekarang aku ini yeoja yang berkharisma” balas krystal
“hmm, jinjja? Hmm sulit untuk dipercaya...”
“huuu, eh oppa bagaimana kalo kita bertemu. Temui aku sekarang di taman tempat dulu kita sering bermain bersama”
“okee siiaappp”
Click (hp dimatikan)
“ahh akhirnya” gumam minho dengan senyum di wajahnya
Selama minho menelepon tadi, jiyeon memperhatikannya
 “minho oppa bicara dengan siapa sih? Kenapa gembira sekali?” jiyeon mem-pout-kan bibirnya sambil terus mengintip ke arah minho. Tiba-tiba dari arah belakang myung soo datang
“heh, yeoja tidak punya tata krama. Mana boleh menguping pembicaraan orang” ucap myung soo pada jiyeon
“mhh aniiii~~~ aku, aku hanya sedang mengamati rumahmu. Kenapa begitu besar yaa?”
“sudahlah aku ini tidak bodoh, haduuhhh kenapa juga halmoni malah menunjukmu sebagai tutorku. haaaa~~~ pokonya kau harus membuat nilaiku bagus di evaluasi pelajaran nanti dengan begitu halmoni akan mengijinkanku memakai mobilnya” ucap myung soo
“tcihh, itu tergantung usahamu sendiri”
At Learning’s Room
“ini, aku gambar banyak bintang di buku paketmu, kalo bintangnya satu itu berarti masih ada rumus lain yang bisa kau gunakan selain rumus tersebut. Kalo bintangnya dua itu berati kau harus benar-benar memahaminya karna biasanya itu yang banyak keluar pada evaluasi nanti” ucap jiyeon menjelaskan panjang lebar
“haduh banyak sekali bintangnya, apa kau tidak bisa membuat rumus tersendiri? Yang hanya satu rumus untuk semua soal? Katanya kau kan sangat pintar”
“mana ada satu rumus untuk semua soal? Dasar pabo, rumus ini aku rasa sudah pling gampang” balas jiyeon
Jiyeon menjelaskan semua rumus kepada myung soo.
*****
Flower Garden
 “krystal ssi”
“oppa”
Kami berpelukan, “haaa aku sangat merindukannya” batin minho
“waahh, kenapa kau bisa berubah secantik ini?” ucap minho
“wae oppa? Enak saja, dari lahir aku sudah cantik”
“hahahahaha iya iya”
Minho dan krystal mengobrol banyak. Krytal banyak bercerita, sebenarnya ceritanya krystal sudah ia ceritakan selama mereka chattingan. Minho dan krytal memang selalu memberikan kabar selama krystal berada di san fransisco. Tapi minho tak pernah bosan mendengarkan suara dan semua crita-crita krystal
-flashback-
Krystal adalah teman minho dan myung soo. Minho lebih dulu mengenal krystal. Pertemuan mereka pada waktu SMP kelas 1. Krystal saat itu tengah menangis karna masalah keluarga. Minho yang melihatnya segera menghampirinya
“hey, kenapa kau menangis?
“jangan pedulikan aku, pergi sana”
Minho pun agak menjauh darinya tapi dari kejauhan dia tetap mengamatinya yang terus menangis. Lalu tiba-tiba dari arah belakang ada bola mengenai kepala minho. Pukulannya sangat keras hingga minho pingsan. Begitu sadar orang pertama yang dia lihat adalah krystal.
“gwenchana?”
“tidak apaapa, hanya masih pusing .... awww” ucap minho sambil memgang kepala bagian belakang
“kaka kami minta maaf yaa” kata anak-anak yang tadi bermain bola
“ne tidak apaapa koq” jawab minho dengan senyum
Minho dan krystal akhirnya mengobrol, krystal ternyata adik kelas minho. Satu angkatan dengan myung soo. mereka akhirnya dekat. Minho sering mengajarinya pelajaran. Karna krystal sering ke rumah minho untuk belajar. Lama-lama dia juga berteman dengan myung soo.
Pada suatu malam rencananya minho ingin mengatakan bahwa dia menyukainya. Tapi sebelum niat itu disampaikan krystal sudah terlebih dahulu bilang bahwa minho hanyalah kaka untuknya dan dia menyukai myung soo. Beberapa hari kemudian krystal mengabarkan bahwa dia akan pindah ke San Fransisco. Dan setelah itu hubungan kaka adik mereka dilanjut di dunia maya
-flashback end-
“oppa kabar myung soo bagaimana? Kenapa dia tidak diajak kesini?” tanya krystal
“oh dia baik, dia harus mengikuti les tambahan. Kau tau sendirikan dia itu susah diatur makanya dia harus les tambahan supaya nilai pelajarannya membaik”
“hahahahaha dasar myung soo”
Minho mengamatinya “hmm ternyata perasaannya masih sama seperti yang dulu”
******
-kembali ke jiyeon dan myung soo-
“yaaa ampun soal seperti ini saja tidak bisa, otakmu itu terbuat dari apa. Aku kan sudah menjelaskan rumusnya tadi” bentak jiyeon
“Euuu  soalnya berbeda sekali dengan yang tadi kau contohkan. Makanya kalo mengerjakan contoh itu jangan yang mudah. Iniii coba kau kerjakan soal ini” balas myung soo tidak mau kalah sambil menyerahkan buku
Sebentar saja jiyeon sudah selesai mengerjakan
“jawabannya A. Lihat kan mudah? Haduh ckckckc aku tau kau bodoh tapi aku tidak tau  sampai seperti ini” ucap jiyeon sambil menggelengkan kepala
“HEH ENAK SAJA, aku ini hanya belum memahami jadi wajar saja kalo beda soal aku tidak bisa, lagian mana ada orang yang baru belajar langsung lancar. Sudah belajarnya sampai sini saja. Nanti malam aku akan memahaminya sendiri. Besok kau berikan soal lagi aku pasti bisa mengerjakannya” balas myung soo sambil berlalu pergi
Jiyeon melongo heran sambil menggelengkan kepala.
*****
Suzy’s House
Jinwoon masuk ke kamar suzy
“heh mau apa kau masuk ke kamarku?” tanya suzy
“aku hanya bosan di kamarku” ucap jinwoon
“sudah keluar keluar aku ingin tidur” bentak suzy
Suzy menyeret tangan jinwoon. Sebelum keluar jinwoon melihat seragam suzy
“suzy, ini seragam sekolahmu?” tanya jinwoon
“ne, wae?”
Jinwoon tersenyum
“kau kenal dengan yeoja cantik yang ada disana tidakk?” tanya jinwoon
“di sekolahku, banyak yeoja cantik” ucap suzy
“yang rambutnya coklat” ucap jinwoon
“di sekolahku juga banyak yeoja berambut coklat”
Jinwoon berpikir lagi ciri-ciri apa lagi dari yeoja yang ia temui di halte tersebut
“haaa, sudahlaahhh nanti biar aku sendiri saja yang mencarinya” ucap jinwoon sambil berlalu dengan senyum di wajahnya
******
Halmoni’s House
 “Anyeong halmoni” sapa jiyeon pada halmoni yang baru saja pulang dengan sedikit membungkukan badannya
“Anyeong jiyeon” balas halmoni sambil tersenyum
Sesudah halmoni mengganti bajunya, halmoni mengajak jiyeon untuk duduk mengobrol di kebun rumah halmoni
“jiyeon, terimakasih karna telah menerima tawaranku untuk mengajari myung soo” ucap halmoni memulai pembicaraan
“ah aku yang seharusnya berterima kasih halmoni. Karena halmoni sudah membantu ekonomi keluargaku”
“myung soo itu sebenarnya anak yang baik, dia memang agak kasar dan nakal. Itu karena di hatinya dingin” ucap halmoni
“maksud halmoni?”
“appa dan eomma myung soo bercerai pada saat minho SMP kelas 1 dan myung soo SD kelas 6. Mereka bercerai karna masing-masing ternyata memiliki “simpanan”. Sesudah perceraian, eomma mereka memilih menjalani hidup barunya. Sedangkan minho tidak mau lagi hidup dengan appa nya. Minho juga tidak ingin myung soo ikut dengan appanya. Maka dari itu akulah yang merawat mereka berdua. Sebenarnya aku yang salah karena terlalu memanjakan myung soo. Minho saat itu walaupun masih sama kecilnya tapi ia sudah bisa menjaga adiknya, menjalankan dua peran sekaligus sebagai kaka dan figur seorang appa. Sedangkan myung soo sangat ingin disayang oleh seorang eomma. Aku gagal memberikan figur eomma untuk myung soo” halmoni bercerita sampai air matanya mengalir
Jiyeon yang mendengar cerita halmoni juga tidak kuasa menahan air matanya
“halmoni, halmoni tidak gagal. Hanya saja myung soo pada saat itu memang masih sangat membutuhkan seorang eomma, perceraian memang selalu membekas di hati. Siapapun orangnya pasti tidak mudah untuk menghapusnya dan menggantinya dengan kenangan bahwa saat itu dia hanya memiliki seorang kaka dan halmoni”
*****
jiyeon memandangi myung soo dari jauh. “ternyata dia cukup kasihan juga yaaa”. Disaat jiyeon sedang memperhatikan myung soo. Minho kembali ke rumah dengan senyum di wajah tampannya.
“minho oppa juga ternyata dari dulu sudah dewasa, benar-benar keren” ucap jiyeon sambil tersenyum.
“jangan-jangan kau menyukai hyungku yaaa?” tanya myung soo yang tiba-tiba berada di belakang jiyeon
“mmhh kalo iya memangnya kenapa? Siapa juga yang tidak suka dengan hyungmu itu. Sudah tampan,pintar, dewasa pula. Benar-benar bikin aku hatiku meleleh” ucap jiyeon
“percuma saja, kau itu bukan tipenya”
“lalu tipenya seperti apa? Oiya apa minho oppa sudah punya yeojachingu? Soalnya tadi siang dia senang sekali mengobrol di telepon dengan temannya. Sekarang juga dia pulang dengan wajah yang sangat gembira”
“mana aku tau yang pasti hyungku meyukai gadis berkharisma sedangkan kau dari ujung rambut sampai ujung kaki tidak ada sedikitpun kharisma” jawab myung soo singkat sambil melengos pergi
“HEH YANG SAMA SEKALI TIDAK BERKHARISMA ITU KAU, BUKTINYA AKU SAMA SEKALI TIDAK PERNAH TERPESONA OLEHMU” teriak jiyeon
Myung soo berbalik dan menghampiri jiyeon,
“berarti kau tidak normal, semua yeoja dikelas menyukaiku”
“semua? Aku dan suzy tidak pernah” ucap jiyeon sambil menunjukkan muka sombong
“yah kalian dua orang yang tidak normal”
“dengar yaa myung soo, mendengar suaramu atau mengingat namamu saja aku sudah agak pusing apalagi melihat mukamu. Dimataku kau dan minho oppa itu sangat berbeda dan kau tidak bisa menyamai minho oppa. Jelaskan apa kataku ?” ucap jiyeon
Setelah mengucapkan kata-kata tersebut jiyeon pergi sambil tersenyum
*****
Myung soo jalan menuju kamarnya dan menjatuhkan tubuhnya ke ranjang empuk yang biasa ia tiduri. Kata-kata jiyeon begitu melekat dalam pikirannya. Padahal myung soo sama sekali tidak pernah menghiraukan kritikan orang lain bahkan kritikan halmoni saja tidak pernah ia pikirkan.
“kenapa dia menganggap aku dan hyung sangat berbeda. Dan aku sama sekali tidak bisa seperti hyung? Apa di matanya hanya minho hyung saja yang terlihat keren” ucap myung soo.
“Haduh kenapa denganku ini” ucapnya lagi setengah berteriak
Tok tok tok
“myung soo”
Minho hyung mengetuk kamar myung soo
“masuk saja hyung”
“ada apa?” tanya myung soo
Minho hyung duduk di ranjang myung soo
“krystal sudah kembali, tadi hyung menemuinya. Dia menanyakan kenapa kau tidak ikut, hyung bilang saja kau sedang belajar tambahan jadi tidak bisa ikut” minho hyung menjelaskan sambil tersnyum
“benarkah dia sudah kembali? Lalu kalian bicara apa saja?” tanya myung soo datar tapi tetap sambil tersenyum
Minho menjelaskan dengan excited, sedangkan myung soo memang pandangannya menatap minho tapi pikirannya terus saja memikirkan kata-kata jiyeon “masa iya aku tidak bisa seperti minho hyung” ucap myung soo dalam hati “apa minho hyung jauh lebih terlihat keren di mata para yeoja?” ucap myung soo lagi dalam hati
“myung soo” minho hyung mengguncangkan bahuku
“kau mendengarkan cerita hyung tidak sih?” tanyanya
“iya, aku dengar kok hyung, lalu dia akan meneruskan sekolah di Seoul?” tanya myung soo
“ne, tapi sepertinya di sekolah khusus putri”
“ohhh” myung soo hanya mengangguk
******
-malam hari-
Suzy’s House
Suzy duduk di ranjangnya sambil memperhatikan kendi dari taemin. Tadinya dia ingin membuannya tapi teringat perkataan jiyeon. Akhirnya dia urungkan.
“perasaan cinta itu benar-benar bikin pusing” ucap suzy pada kendi itu
******
Taemin’s House
 “ahhh, akhirnya PR nya selesai juga, sekarang tinggal berpikir besok ingin memberi kejutan apa untuk my suzy”
taemin ke dapur ingin mengambil minum. Saat di dapur ia melihat eommanya sedang menghangatkan masakan untuk besok.
“eomma, kira-kira besok aku memberikan apa ya untuk suzy?” tanya taemin pada eomma.
Eomma taemin sudah tau tantang suzy, taemin memang selalu bercerita tentang calon mantunya tersebut. Eomma juga tau bahwa suzy itu anak broken home dan dingin terhadap namja, taem juga bercerita bahwa saat ini dia baru tahap pengejaran terhadap suzy
“mmhh apa yaaa? Kau masakan bekal saja untuknya” usul eomma
“bekal? Wah ide bagus eomma” jawab taemin girang
Taemin mulai membuat memikirkan makanan apa yang pas untuk bekal besok
“taeminie, apa suzy nantinya tidak akan kabur kalo kau terus muncul di depannya” tanya eomma
“tidak eomma, suzy itu orang yang sangat cuek terhadap namja. Jadi kalau aku muncul hanya sekali atau dua kali dia tidak akan memirkanku. Aku khawatir dia malah akan melupakanku. Jadi itu sebabnya aku harus terus muncul di depannya agar dia terbiasa oleh kehadiranku” jawab taemin sambil tersenyum
*****
Jiyeon’s House
“ahhh aku lelah sekali”
jiyeon sudah siap-siap pergi tidur
“jiyeon-ah”
“eomma?”
“ini eomma bikinkan kau susu, kau harus meminumnya” ucap eomma sambil menyerahkan segelas susu
“eomma, minta maaf yaa nak, kau jadi harus bekerja dan belajar” ucap eomma lirih
“tidak apaapa eomma, aku juga sekarang senang bisa membantu eomma mencari uang” jawab jiyeon sambil tersenyum
“andai saja appamu masih hidup”
“sudahlah eomma, tidak usah selalu memikirkan appa, sekarang eomma juga sudah mendaptkan kerjakan” ucap jiyeon
“oh iya jiyeon, eomma lupa memberi tahumu, sekarang krystal ada di korea” ucap eomma
“jinjja?” ucap jiyeon
Setelah eomma keluar kamar jiyeon. Jiyeon malah jadi tidak bisa tidur dan mulai memikirkan segala kenangan buruknya bersama krystal

TBC

1 comment: