Saturday, September 15, 2012

My Maid Is My Girlfriend Part 3


Tittle    :  My Maid Is My Girlfriend PART 3
Author : Fika Arnita
Cast :
·         Park Jiyeon
·         Kim Myungso
·         Choi Minho
·         Jung Krystal
·         Bae Suzy
·         Lee Taemin
Other Cast
·         Park Family [kim tae hee]
·         Kim Family [shin yeon shung]
And other Find by Your Self
Genre : Romance, Little Comedy, Family
Rating : Semua Umur
***************************************************************************
Ini part 3 nya semogggaaaaaa kalian sukaaa yaaa. Makasihhhh banget yang udah RCL di part 2..  Happy Readinggggg Friendssssss !!!!!!!! inget yaaa DONT COPY PASTE TANPA SEIZIN AUTHOR hehe
***************************************************************************

  “wah bunganya cantik sekali” aku menyirami bunga itu sambil bersenandung.. Ketika sedang asik menyiram. Tiba-tiba muncul seorang namja dari arah pintu gerbang
“KAU, UNTUK APA KAU ADA DISINI?” tanya jiyeon kaget karna melihat namja sok ganteng bernama kim myung soo
“KAU KAN YEOJA PABO” jawab myung soo dengan mata melotot

Part 3
Mereka berdua saling menunjuk dan kaget satu sama lain.
“wah ternyata benar kau menyukaiku ya YEOJA PABO sampai mengikutiku kemari” ucap myung soo mengakhiri sikap saling tunjuk mereka
 Mendengar myung soo masih menyebutnya yeoja pabo, jiyeon kesal lalu mengarahkan air selang kearah myung soo
“ANDWAEE.......ini rasakan ini air selang supaya kau sadar akan perkataanmu”
“HEY STOP HENTIKAN... HENTIKAN AKU BILANG” bentak myung soo gelagapan
jiyeon menghentikan aksi setelah myung soo basah kuyup “makanya kau itu sudah besar, berbicara harus yang sopan ARRASEO?” ucap jiyeon sambil melotot
“heh kau itu ngapain sih ada disini” lagi-lagi myung soo membentak jiyeon sambil mengelapi pakaiannya yang sudah kuyup
“aku yang seharusnya bertanya!!!! aku disini bekerja” jawab jiyeon dengan bangga.
“hooo, ternyata kau pengurus baru disini? Hahahaha kau tidak tau siapa aku yaa” ucap myung soo dengan ekspresi yang tidak kalah bangga dari jiyeon
“aku tidak mau tau, SUDAH SANA PERGI” ucap jiyeon
Tentu saja myung soo tidak akan pergi
”untuk apa aku pergi ini rumahku” jawab myung soo sambil pasang senyum evil
“JINJJA ?” tanyaku
“HAHAHA siap-siap saja kau sebentar lagi akan dipecat” balasnya sambil berlalu pergi
“omonaaaaa,, eottohke aduhhhh” jerit jiyeon dalam hati
Mendengar myung soo berbicara kalau ini adalah rumahnya membuat kaki jiyeon lemas
Dan tanpa mereka sadari pertengkaran mereka telah disaksikan oleh sepasang mata dari arah jendela rumah
 “haha lucu sekali melihat mereka bertengkar” ucap halmoni
 “mmhh sepertinya aku menyukai jiyeon, benar apa yang dikatakan minho” ucap halmoni lagi sambil melipat tangannya
******
 “arrgghhhh sial sekali, pulang-pulang langsung disiram oleh Yeoja pabo itu lagi, awas saja kau yaaaaaaaa” batin myung soo
“HALMONIIIII”  myung soo berteriak ingin memprotes
“ANAK NAKAL, KAU INGIN MEMBUAT TELINGAKU RUSAK HAH ?” halmoni menjawab sambil menutup telinga
“halmoni cepat pecat pelayan baru itu sekarang juga !!!!!”perintah myung soo pada halmoni
“ omonaa--- kau pikir apa hakmu memerintah halmoni. Myung soo kau harus menerima kenyataan, halmoni menyukai anak itu, dia akan tetap bekerja disini bahkan halmoni mempunyai rencana untuk dia” jawab halmoni sambil berlalu pergi dengan senyum di wajahnya
“HALMONIIIIII”myung soo kembali berteriak karna perkataannya tidak didengarkan
Di balik pintu rumah Halmoni
 “ya ampun, apa hobinya itu teriak-teriak,, ckckckc” gumam jiyeon sambil terus memperhatikan
“heuu--- syukurlah halmoni baik dan menyukaiku. Aku tenang sekarang. Eh tapi rencana? Maksudnya rencana apa?”
Jiyeon memikirkan kata-kata halmoni . Saat jiyeon membalikkan badan ternyata ada minho yang berdiri di belakangnya
“haa ya ampun, minho oppa kau mengaggetkanku,, sejak kapan kau berada dibelakangku??” tanya jiyeon seraya memegang dadanya
Minho tersenyum “yahh sudah cukup lama, selama kau menguping tadi”
“haa jinjja?” jiyeon kaget dan bingung harus mencari alasan
“mianhae oppa, aku sama sekali tidak bermaksud demikian , aku hanyaaaa.....”
“ya ya ya arraseo, aku sudah tau masalahnya, aku mengerti kok, sudah sana masuk, sudah waktunya kau melayani halmoniku” ucap minho
jiyeon langsung masuk rumah
 “hahahahahahaha lucu juga tingkah yeoja itu” tawa minho pecah ketika jiyeon sudah masuk rumah
******
 “Halmoni, aku sudah selesai menyiram tanaman, apa tugasku selanjutnya” ucap jiyeon sopan dan tersenyum
“oh kau sudah selesai jiyeon-ah” jawab halmoni yang tetap melihat kearah laptopnya
“jiyeon-ah, bisa kau bantu aku memeriksa data pabrik ini dan membantuku mengetik ulang proposal ini?” tanya halmoni
“tentu saja halmoni, aku akan berusaha. Biar begini, aku ini cukup pintar halmoni” jawab jiyeon sambil menepukkan dadanya
Halmoni melihat jiyeon lalu tersenyum. Jiyeon membantu halmoni sesuai dengan perintah halmoni. Halmoni melihat cara dia bekerja. Lalu mengaggukan kepala sambil tersenyum. Halmoni puas dengan cara jiyeon mengerjakan perintah halmoni
Setelah setengah jam berlalu
 “ahh akhirnya selesai juga mengetiknya”
“Halmoni silahkan diperiksa hasil kerjaku” pinta jiyeon pada halmoni
Halmoni mengecek hasil kerjanya
“yaaahhh lumayan, kau cepat juga ya mengerjakannya”
“hahahaha dulu aku sering membantu eomma, halmoni, waktu eomma masih bekerja menjadi sekretaris” ucap jiyeon
“memangnya sekarang, eommamu bekerja dimana?” tanya halmoni pada jiyeon
“eomma masih mencari pekerjaan baru halmoni, kantornya yang dulu mengalami kebangkrutan” jawab jiyeon sambil tersenyum pahit
“maka dari itu, sekarang kau bekerja?”
“ne halmoni, untuk membantu orangtuaku” ujar jiyeon
Halmoni mengelus-ngelus rambut jiyeon lalu tiba-tiba
“jiyeon-ah cepat ganti seragammu dengan seragam pelayan, aku tidak mau sampai seragammu kotor” titah halmoni
“siiiaaappp halmoni” jiyeon beranjak pergi.. tapi sebelum pergi jiyeon menengok lagi “halmoni, mau aku buatkan sup tidak?” tanya jiyeon
“memangnya kau bisa?” tanya halmoni dengan muka meragukan jiyeon
“tentu saja”
Halmoni berfikir sejenak “baiklah, aku akan menunggu, tapi jiyeon, aku tidak suka jika sudah menunggu lalu supnya tidak enak”
“tenang saja halmoni, aku ahlinya dalam hal memasak” jawab jiyeon dengan bangga
********
Suzy’s House
Ekspresi wajah suzy benar-benar menunjukkan wajah yang sedang terganggu. Dia beranjak dari tempat tidurnya dan membuka pintu kamarnya
“wae??” tanya suzy pada jinwoon yang sedari tadi mengetuk kamar suzy
“heh, bantal lumba-lumbaku mana?”
“bantal lumba-lumba yang mana?” tanya suzy pura-pura tidak tau
Jinwoon lalu memaksa masuk dan mengambil sendiri bantal lumba-lumba yang ada di atas kasur suzy
“nah ini apa? ”
“itu kan punyaku” ucap suzy sambil menarik bantal lumba-lumba tersebut
“aku lahir dulu ketimbang kau, jadi this is mine” ucap jinwoon lalu pergi
“heuuu---- menyebalkannnn” teriak suzy
Inilah yang tidak suzy sukai. Kalau ada jinwoon mereka selalu rebutan. Mereka memang sudah besar tapi dalam segala hal, mereka tidak ada yang pernah mau mengalah. Dan sialnya selalu suzy yang kalah. bantal lumba-lumba tersebut merupakan hadiah ultah terakhir mereka sebelum akhirnya orang tua mereka bercerai. Eomma mereka sengaja memberi mereka satu karena berpikir akan lucu jika mereka tidur dalam satu bantal yang sama. Tidak taunya suzy dan jinwoon malah rebutan sampai sekarang.
“HEH, kau itu tidak bisa mengalah yaa? Kau kan namja masa rebutan boneka dengan adikmu sendiri” ucap suzy yang mengikuti jinwoon ke kamarnya
“boneka inikan punya sejarah sendiri, kau juga tau kan” ucap jinwoon
“kau kan sudah lama tidak memegangnya, kenapa malah sekarang memintanya” ucap suzy tidak mau kalah
“justru karena aku sudah lama tidak tidur dengan bantal ini, makanya sekarang bantal lumba-lumba ini harus ada di kamarku. Arraseo?” ucap jinwoon
********
Halmoni’s House
Jiyeon menuju kamar ganti yang ditunjukkan oleh pelayan lainnya di rumah itu untuk mengganti bajunya. Setelah selasai dia keluar dan menuju ke dapur. Tapi saking besarnya rumah halmoni. Jiyeon sampai bingung mencari dapur hingga ia tidak tau dimana dirinya sekarang.
Jiyeon memandang sekeliling”dimana ini? Dapurnya dimana?” ucap jiyeon sambil clingak clinguk. Disaat itu dia benar-benar bingung sampai menemukan sebuah pintu. Jiyeon berpikir, hah mungkin ini kamar minho oppa.
Jiyeon mengetuk kamar tersebut tetapi tidak ada jawaban. Karna tidak mau membuat halmoni menunggu lama. Akhirnya dia memberanikan diri untuk masuk
 “permisi, minho oppa?” ucap jiyeon tapi tidak ada jawaban, dia mencoba lebih masuk kedalam. Saat itu juga muncul seorang namja yang keluar dari pintu kamar mandi  dan tidak mengenakan busana sehelaipun
Lalu ada hening sebentar sebelum akhirnyaaaa......
“AAAAAAAARRRRGGGGHHHH myung soooooo kau ini apa-apaan?” teriakku sambil membalikkan badan
“WAAAAAAAAAAAAAAARRRGGGHH” kudengar myeong so juga berteriak “HEY PARK JIYEON SEDANG APA KAU DISINI” ucapnya sambil masuk kedalam kamar mandi lagi
“eeeuuuu anu aku disini untukk eeeuuuu....” jiyeon bingung harus menjawab apa
“UNTUK APA KAU MASUK KE KAMARKU?” bentak myung soo
“aku kira ini kamar minho oppa, aku tersesat di rumah ini, aku ingin ke dapur tapi aku lupa jalannya” ucap jiyeon dengan nada disedih-sedihkan
 “mianhae,, tapi lagipula walaupun ini kamarmu seharusnyakan kau menguncinya saat kau mandi. Dan mengenakan handuk saat keluar kamar mandi bkannya telanjang seperti itu” ucap jiyeon lagi
“ITU BUKAN URUSANMU, aku lupa membawa handuk. Cepat ambilkan handukku. Itu ada diatas lemari” ucap myung soo seraya menunjukkan handuknya
“iniiii” jiyeon mengambilkan handuk untuknya
Myung soo masuk kamar mandi lalu tidak lama kemudian dia keluar
“KENAPA KAU MASIH ADA DI KAMARKU?” bentak dia
“haduh kupingku sakit mendengar dia selalu berteriak ke arahku” ucap jiyeon dalam hati
“antarkan aku ke dapur, aku ingin masak makanan” pintaku dengan nada memelas “heuuu--- males banget memohon padanya kalo bukan demi halmoni”batin jiyeon
“dasar yeoja tidak tau malu, beraninya masuk ke kamar namja tanpa mengetuk pintu”
“aku sudah mengetuk pintu, tapi kau tidak menjawab”
“ckkkk, kajja”ajaknya dengan muka masam
Myung soo lalu mengantarkan jiyeon ke dapur. Selama perjalanan ke dapur sesekali dia melihat kearah jiyeon. “omooo--- kenapa dia terlihat cantik ketika dia memakai seragam pelayan, itu pasti karna mukanya yang kampungan makanya dia terlihat cocok memakai baju pelayan” batin myung soo
Secara tidak sadar myung soo tersenyum sendiri
“ada apa?” tanya jyeon
“bukan urusanmu”
Jiyeon akhirnya diam lagi , malas untuk bertanya....
“nah kita sudah sampai sana cepat masak yeoja pabo. Aku juga lapar” ucap myung soo lagi sambil berlalu pergi
Setelah myung soo pergi, jiyeon mengamatinya dari belakang dengan sinis
 “bukan urusanmu” ucap jiyeon dengan suara dan gaya yang dimirip-miripkan dengan myung soo
“ tcihh sudah berapa kali dia mengatakan hal itu kepadaku”
“HEY, MEMANGNYA SIAPA YANG MAU TAU URUSANMU HAH?” ucap jiyeon lagi dengan lantang
Semua pelayan yang ada di dapur langsung menoleh kearah sumber suara
“hehehe mian” ucap jiyeon sambil membungkukan badannya
“kim myung soo awas kau yaa, aku balas perkataanmu” ucapnya sambil tertawa evil
******
Airport
Seorang yeoja menarik kopernya seorang diri. Dia mengeluarkan hp nya
“yobosseo”
            “yobosseo, ah krystal kau sudah sampai Korea?”
“ne ahjumma. Sekarang aku sedang menunggu hodong ahjussi menjemputku”
            “oh syukurlah”
“sudah dulu ya ahjumma. Aku tutup telponnya”
Click. Telepon terputus
Krystal melihat sekelilingnya mencari apakah ahjussinya sudah menjemput dirinya atau belum.
“krystal-ah” panggil seorang namja paruh baya
“ahjussiiii”
Mereka berdua berpelukkan
“kau sudah lama menunggu”
“anhi, baru sebentar” ucap krystal sambil tersenyum
“gurrae, aku antar kau pulang. Aku sudah menyuruh pelayan menyiapkan banyak makanan untukmu”
“ahjussi, ingin kemana lagi” tanya krystal
“oh mian, aku ada meeting penting hari ini”
“oh ya sudah tidak apa-apa”
Saat di dalam mobil, krystal mengeluarkan dompetnya. Dalam dompet tersebut terselip sebuah foto namja. Krystal membukanya dan tersenyum
“aku sudah tidak sabar bertemu denganmu lagi” gumam krystal sambil tersenyum
********
Halmoni’s House
Setelah selesai memasak, jiyeon menaruh 3 mangkuk sup dibarengi dengan masakan koki lainnya. Halmoni, minho, dan myung soo datang dan duduk di meja makan. Mereka mencicipi masakan jiyeon terlebih dahulu. Sedangkan jiyeon dan pelayan lainnya berdiri mengelilingi meja makan tersebut
“mmhhh enak sekali jiyeon-ah sup buatanmu” ucap minho sambil terus menyendokkan sup kedalam mulutnya
“iya benar, ternyata kau pandai memasak juga yaa, apa eommamu yang mengajarkanmu?” tanya halmoni pada jiyeon
“ah ne halmoni, saat liburan sekolah eomma selalu mengajarkanku memasak” jawab jiyeon dengan senyum lebar
Saat semuanya sedang memuji sup jiyeon, myung soo malah mem”pout”kan bibirnya
“sup seperti ini siapa saja pasti bisa membuatnya” myung soo mencibir masakan jiyeon
“hey, kau harus mencobanya dulu, kau kan belum merasakannya” minho menyela perkataan adiknya itu
Myung soo mencoba sup buatan jiyeon tapi ternyata rasanya berbeda
“haaa ya ampun pedas sekali---- air mana air aku butuh air haaaaaa” teriak myung soo kepedasan.. “YAAAA---- PARK JIYEON KAU SENGAJA YAAAA MEMBUATKAN SUP PEDAS UNTUKKU” bentak jiyeon
“hoo ya ampun memangnya pedas yaaa” ucap jiyeon sambil menahan tawa. “HAHAHA RASAKAN, supnya pedaskan.. sepedas ucapanmu” ucap jiyeon dalam hati
Melihat tingkah jiyeon dan myung soo. Halmoni dan minho lalu ikut menahan tawa.
“Hyeong coba kau rasakan sup punyaku” myung soo meminta hyeongnya untuk mencicpi
“mmhhh--- tidak ah rasanya pas kok” ucap minho yang memang juga ingin mengerjai myung soo
“AAAAHHHH KALIAN INI SEMUANYA MEMANG MENYEBALKAN” bentak myung soo sambil pergi meninggalkan ruang makan
Setelah myung soo pergi semuanya tertawa.
“halmoni maafkan aku yaaa” ucap jiyeon
“tidak ada yang perlu dimaafkan, myung soo memang selalu bikin kesal orang, sekali kali dia harus merasakan kesal oleh tingkah orang lain” jawab halmoni sambil tertawa
******
Hodong’s Enterprise
“oh tae hee, sedang apa kau ada disini?” tanya hodong begitu keluar dari ruang rapat
“oh jadi ini perusahaanmu hodong ssi?”
“ne”
Kang hodong melihat berkas lamaran pekerjaan yang dibawa oleh tae hee. Ia  lalu mengajak tae hee mengobrol di restaurant.
“kau ingin melamar pekerjaan? Memangnya pekerjaanmu yang dulu kenapa” tanya hodong memulai percakapan
“perusahaan tempatku bekerja dulu mengalami kebangkrutan. Terpaksa aku harus mencari pekerjaan baru”
“jiyeon, bagaimana keadaannya? Sudah lama aku tidak mendengar kabar tentangnya lagi” tanya hodong
“dia baik-baik saja” ucap tae hee “ Lalu bagaimana dengan krystal?” tanya tae hee
“oh dia juga baik. Tadi sore baru saja dia tiba di Korea”
“jadi, krystal ada di korea?”
“ne, oh iyaa. Kau tidak usah khawatir. Kau akan bekerja di perusahaanku” ucap hodong sambil tersenyum
“jinjja? Gamsahamnida hodong-ah” ucap tae hee penuh syukur
********
Malam hari
Halmoni’s House
“jiyeon, benar kau tidak mau di antar pulang?” tanya halmoni
“tidak usah halmoni, aku berani kok sendiri” jawab jiyeon sambil tersenyum
“tentu saja dia berani, tidak akan ada yang sudi mengganggunya halmoni” ucap myung soo tiba-tiba
“diam kau, halmoni tidak bicara denganmu”
“ya sudah halmoni, aku pulang dulu” ucap jiyeon
********

Suzy’s House
 “drrt drrt drrt”
“anyyeong suzy-ah, aku menepati janjiku,, kau masih ingat kan?”
“heuu--- kukira anak itu lupa tentang sms” ucap suzy sambil
suzy sengaja tidak membalas sms dari lee taemin,,
5menit
10menit
“good bye baby good bye” terdengar ringtone hp suzy berbunyi. ternyata taemin menelepon. suzy mengabaikannya. Tapi dia terus saja menelpon. Akhirnya karna  tidak tahan lagi, dia mengangkat teleponnya juga
“YAAA LEE TAEMIN KAU ITU SEDANG APA” jawab suzy langsung membentak
“sedang berusaha mendekatimu hehehehe” jawab taemin sambil tertawa
“tidak lucu, jangan ganggu aku lagi, jangan sms ataupun telpon”
            “kalo main kerumahmu boleh tidak”
“MWOYA------’’
“hehe mianhae suzy-ah aku bercanda, aku juga tau belum saatnya aku diperkenalkan oleh orangtuamu”
“MWOOOO?”
“Suzy-ah aku ingin bercerita, kemarin aku.....” belum sempat cerita, suzy sudah memotongnya
“KAU YANG MATIKAN ATAU AKU YANG AKAN MEMATIKANNYA” bentak suzy
“suzy-ah, kau harus membalas budi, saat inikan jiyeon sudah bekerja. Masa membalas budi dengan mendengarkan ceritaku saja kau tidak mau” kata taemin dengan lirih
Suzy terdiam, berpikir sejenak
“YASUDAH cepat ceritanya, aku ngantuk”
“hehe, kemarin aku pergi dengan teman-temanku ke pedesaan yang ada di Nan Yuan. Disana aku mendengar banyak sekali legenda. Ada satu legenda yang aku suka. Terus saat ingin pulang ke Seoul aku melihat benda yang mirip dengan benda yang ada di legebda tersabut. Aku langsung teringat padamu. Aku beli satu untukmu. Nanti besok aku akan memberikannya”
“Tidak usah repot repot”jawab suzy datar
“ohhh, kau tenang saja sama sekali tidak merepotkan.. kau meminta gunung pun akan aku kasih” jawabnya
“....”
            “hehe yasudah, aku sudah selesai bercerita. Sampai bertemu besok.. dadah”
Click. Taemin mematikan telponnya. “heu—ingat denganku??? dia bicara langsung denganku sajakan baru tadi pagi, kenapa sudah membelikanku hadiah ckckckc”
*******
Jalan raya
“yobosseo”
            “jinwoon kau ada dimana” tanya suzy
“oh suzy, aku sangat ingin makan ddeokbokki, makanya aku keluar. Ada apa memang?”
            “kau sendiri? Kalau kesasar bagaimana?” tanya suzy lagi
“heyy, aku itu pergi ke Amerika saat kelas 2SMP. Masa iya aku lupa dengan jalan di Seoul”
            “ya sudah”
Click. Telepon terputus
“dasar suzy, dia sering bilang tidak suka padaku tapi aku pergi sendirian saja dia khawatir”
“tapi ngomong-ngomong ini nama daerahnya apa yaa?” ucap jinwoon lagi
Jinwoon melihat sekeliling.
“haduh, ternyata benar, aku tidak ingat ini ada dimana. Kalau sampai aku telpon suzy dan menyuruh dia memberi petunjuk arah jalan pulang. Pasti dia akan mengomel. Hii ngeriiii”
Saat jinwoon kebingungan mencari pedagang ddeokbokki dan jalan pulang nanti. Dia tiba-tiba terdiam membeku. Seorang gadis cantik, rambutnya coklat tergerai, dia sedang duduk termenung di halte. “Aigooo, yang seperti ini tidak ada di Amerika”
jinwoon terus mengamatinya, dia terus termenung. Beberapa bus yang berhenti di depannya pun ia acuhkan. Sepertinya dia tidak sadar bahwa bus sudah beberapa kali lewat. “kenapa jam segini, dia masih memakai baju seragam?”
Dia mendongakkan kepala dan berdiri. Angin malam menyibakkan rambut coklatnya. Dia akhirnya naik bus yang datang selanjutnya.
“seragam seperti itu? Aku pernah liat dimana ya? Ah aku harus meminta eomma untuk mencari sekolah yang seragamnya seperti itu, aku akan masuk kesana’’ ucap jinwoon lagi
“sudah kuduga Korea akan lebih mengasyikkan” ucap jinwoon sumringah
TBC

7 comments:

  1. keren ka... ayo lanjut ke chapter 4... hhahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. teteeeeehhhhh tengkyuuuuuu udahhhh bacaaaaa :* ,,,

      okeee okeeeee pasti fika publishh...

      Delete
  2. ceritanya makin keren aja sihh..
    lanjuttt... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. tengkyuuuuu sist udah komen di blog akuuuu ...

      wahhhhh kerenkah ? oke oke akan aku lanjut hehe
      tunggu yuph

      Delete
  3. semakin menarik, semangat Fikaa!!!! :D

    ReplyDelete
  4. Akhir'a myungsoo kena batu'a juga makan sup pedas tp minho jail bgt ya sama kaya jiyi masa sup pedas dblang ga pedas :-D

    Suzy n jinwoo kaya anak kecil bgt sih masa rebutan bantal kaya ga da bantal ja drumah mereka :-D

    Taemin gigih bgt ya saeng ngejar cinta'a suzy mpe suzy kesel gitu :-D

    Cie jinwoo kaya'a naksir nih ma yeoja yg dhalte bus :-D

    ReplyDelete